sampai Jepang dan Indonesia) merupakan tempat keanekaragaman
jenis mangrove tertinggi
di dunia. Saenger, dkk (1983) mencatat dua kawasan tersebut
mewakili masing-masing 44
dan 38 jenis dari 60 jenis mangrove sejati yang tercatat di
dunia. Sementara di kawasan
Amerika Barat/Pasifik Timur, Amerika Timur/Karibea dan
Afrika Barat hanya memiliki 7 jenis
serta Afrika Timur 9 jenis (Saenger, dkk, 1983).
Memberikan gambaran mengenai penyebaran seluruh jenis
mangrove sejati di
6 negara di kawasan Samudera Hindia bagian utara/Pasifik
barat laut. Dari 50 jenis
mangrove sejati yang ada, setidaknya tercatat 40 jenis
berada di Indonesia. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki
keanekaragaman jenis mangrove
yang paling tinggi di dunia. Kekayaan tersebut tidak hanya
dalam hal kelompok
tumbuhan Angiospermae, akan tetapi juga untuk taxa yang
lainnya. Tanaka dan Chihara
(1988) dalam penelitiannya mengenai makroalga di Indonesia
Timur menyimpulkan
bahwa Indonesia merupakan pusat penyebaran makroalga di
dunia yang berasosiasi
dengan tumbuhan mangrove.
Di Indonesia sendiri, terdapat perbedaan dalam hal keragaman
jenis mangrove antara
satu pulau dengan pulau lainnya. Dari 202 jenis mangrove
yang telah diketahui, 166
jenis terdapat di Jawa, 157 jenis di Sumatera, 150 jenis di
Kalimantan, 142 jenis di Irian
Jaya, 135 jenis di Sulawesi, 133 jenis di Maluku dan 120
jenis di Kepulauan Sunda
Kecil. Meskipun daftar ini mungkin tidak terlalu
komprehensif, akan tetapi dapat
memberikan gambaran urutan penyebaran jenis mangrove di
pulau-pulau Indonesia.
Pengecualian untuk Pulau Jawa, meskipun memiliki keragaman
jenis yang paling tinggi,
akan tetapi sebagian besar dari jenis-jenis yang tercatat
berupa jenis-jenis gulma (seperti
Chenopodiaceae, Cyperaceae, Poaceae). Selain itu; penelitian
mangrove lebih intensif
dilakukan di pulau ini dibandingkan dengan pulau-pulau
lainnya. Satu hal yang harus
diperhatikan adalah bahwa pembangunan yang mengakibatkan
kerusakan dan peralihan
peruntukan lahan mangrove telah terjadi di mana-mana. Hal
ini berarti jenis-jenis yang
tercatat dalam daftar diatas kemungkinan sebenarnya sudah
tidak ditemukan di pulau
tertentu.
